Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, Selamat Datang di Blog Kami, www.ipnu-ippnu-babalankidul.blogspot.com, selamat berkunjung ...

Sabtu, 14 April 2012

Ke-Organisasi-an

Tiada manusia yang mampu hidup seorang diri. Semua manusia membutuhkan manusia lain. Itulah makanya manusia disebut “Homo Sosialis”. Sebagian besar dari masa hidup manusia lebih banyak berada dalam kelompok. Keadaan demikian ini disebabkan karena manusia berada dalam keterbatasan, baik keterbatasan biologis maupun keterbatasan fisik lingkungan. Padahal manusia memiliki kebutuhan yang sangat banyak dan tidak terbatas, baik kebutuhan jasrnaniah dan rohaniah. Dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhannya atau dalam usaha mencapai tujuan harus melibatkan diri di dalam kelompok, yang berarti menempatkan dirinya dalam suatu kedudukan didalam kelompok.
A.      Pengertian Organisasi
lstilah organisasi berasal dari bahasa latin “Organum’, dan
dalam bahasa Yunani “Organon”, yang berarti alat, anggota, bagian, atau badan. Pengertian organisasi menurut para ahli :
1.       James D. Money : Organization is the form of every human association for the attainment of coment purpose. (Organisasi merupakan bentuk dari setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama).
2.       S. Prajudi Atmosudirjo : Organisasi itu sebagai struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tententu bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
3.       Sondang P. Siagian : Organisasi adalah tiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hierarki dimana selalu terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
Organisasi bukan hanya sekedak kumpulan orang dan bukan pula hanya sekedar pembagian kerja, sebab pembagian kerja hanyalah salah satu asas-asas organisasi. Jadi organisasi adalah suatu sistem kerjasama dari s
ekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
B.      Unsur-Unsur Organisasi
1.       Man (Orang-orang)
Man adalah kehidupan organisasi sering disebut dengan istilah pegawai/personil. Pegawai/pensonil terdiri dari semua anggota/warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator). Para manager yang memimpin suatu unit satuan kerja (IPNU_ IPPNU).
Keduanya adalah pengurus harian dari Departemen atau Lembaga, dan para pekerja. Administrator dan para manager merupakan unsur pimpinan yang diserahi tugas untuk mengelola, menjalankan dan menggerakkan organisasi kearah tercapainya tujuan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Maka dari itu mereka harus mampu melakukan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian motivasi (motivating), pengawasan (controlling) dan membuat suatu keputusan (decion making) yang cepat dan tepat.
2.       Kerjasama
Yang dimaksud kerjasama adalah suatu perbuatan saling membantu atau suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Maka dari itu semua personil yang ada dalam organisai harus bisa bekerjasama dalam rangka untuk mencapai tujuan.
3.       Tujuan bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang hendak dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola, kebijakan, strategi, anggaran. dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
C.       Macam-macam Organisasi
Menurut keresmiannya dibagi menjadi dua :
1.       Organisasi Formal
Yaitu apabila kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok secara sadar dikoordinasikan guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, sehingga orang-orang yang terbagi dalam kelompok itu mempunyai struktur yang jelas.
2.       Organisasi Informal
yaitu organisasi yang disusun secara bebas dan spontan, dan keanggotaannya diperoleh secara sadar atau tidak sadar, dimana dan kapan seseorang menjadi anggota sulit ditentukan. Contoh ; perkumpulan arisan, kelompok kerja bakti dsb.
Menurut tujuan yang hendak dicapai dibagi menjadi tiga macam diantaranya adalah :
Ø  Organisasi Niaga / Ekonomi
Adalah organisasi yang tujuan utamanya mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kegiatan yang dilakukan adalah memproduksi atau mendistribusikan barang atau jasa. Contoh PT. CV. Koperasi.
Ø  Organisasi Pemerintah
Adalah organisasi resmi yang ada di pemerintahan maupun organisasi yang dibentuk oleh pemerintah.
Ø  Organisasi sosial atau kemasyarakatan
Adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat atau warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan. Profesi, fungsi, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila (UU. No. 8 Tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan). Contoh IPNU, IPPNU, MUI, PWI dan lain sebagainya.
D.      Fungsi Organisasi Kemasyarakatan
Menurut UU No.8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan fungsi organisasi kemasyarakatan adalah :
1.       Wadah penyalur kegiatan sesuai ketrampilan anggotanya.
2.                Wadah pembinaan dan pengembangan anggotanya, dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi.
3.       Wadah peran serta dalam usaha menyukseskan pembangunan Nasional.
4.       Sebagai sarana penyalur aspirasi anggota dan sebagai sarana komunikasi sosial timbal balik antar anggota dan atau antar organisasi kemasyarakatan, dan antara organisasi kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan sosial politik, badan permusyawaratan atau perwakilan rakyat dan pemerintah.
E.       Manajeman Kepanitiaan.
Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan khusus yang tidak dapat diselesaikan seseorang (pejabat/pimpinan) atau oleh beberapa orang (dewan).
Dalam banyak organisasi untuk melaksanakan suatu kegiatan khusus. lazim dibentuk suatu kepanitiaan. Kepanitiaan ini bertanggung jawab kepada pengurus inti. Keberhasilan kepanitiaan ini pasti sangat diharapkan oleh organisasi induknya. Maka dari itu kepanitiaan perlu diatur sedemikian rupa sehingga tujuan yang dimaksud bisa dicapai dengan baik diantaranya sebagai berikut :
v  Setelah kepanitaan terbentuk segera dibuat program perencanaan kegiatan, salah satunya dengan membuat time schedule (jadwal waktu).
v  Segera diadakan pertemuan awal (rapat koordinasi 1) untuk memastikan semua personil yang ada dalam kepanitiaan tersebut mengerti betul tugas, tanggung jawab dan wewenang yang diembannya, untuk selanjutnya segera mulai dilaksanakan.
v  Bagi personil yang tidak bisa hadir dalam Rakor tersebut karena berhalangan. segera bertanya kepada koordinator seksi atau ketua panitia tentang hasil rapat tersebut
v  Adakan Rakor II untuk mengecek kerja masing-masing seksi, apakah sudah sesuai dengan time schedule atau belum.
v  Apabila ada seksi yang belum berjalan, lakukan pendekatan dengan personilnya, dan apabila masih belum berjalan, segera ambil keputusan yang bijaksana agar kepanitiaan tetap berjalan dengan baik.
v  Konsultasikan dengan pengurus apabila ada masalah atau kendala dalam kepanitiaan yang sulit dipecahkan.
v  Adakan Rakor III untuk memastikan tiap seksi telah sampai pada akhir persiapan kegiatan.
v  Adakan satu pertemuan kembali untuk gladi bersih (alangkah lebih baiknya di tempat pelaksanaan kegiatan) dan mengecek kemungkinan kekurangan yang ada.
v  Seluruh personil panitia harus hadir sebelum kegiatan dimulai. sehingga kegiatan dapat dimulai tepat waktu sesuai jadwal.
v  Saat kegiatan berjalan pantau dan perhatikan terus hal-hal yang terjadi serta kekurangan atau masalah yang timbul, dan jika ada segera ambil tindakan.
v  Saat kegiatan berakhir pastikan seluruh personil panitia tidak meninggalkan tempat kegiatan lebih dahulu, bersihkan dan rapikan tempat kegiatan seperti semula.
v  Sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut (kalau perlu pakai surat ucapan terima kasih).
v  Buatlah laporan pertanggung jawaban kerja panitia kepada pengurus atau pimpinan organisasi (yang telah membentuk kepanitiaan tersebut) dan apabila laporan pertanggung jawaban telah diterima, maka selanjutnya pengurus atau pimpinan organisasi akan membubarkan kepanitiaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar !